__temp__ __location__
`
Kisah “Standing Baba” di India: 12 Tahun Tak Duduk, Tapi Bukan Berarti Tak Pernah Tidur

Kisah “Standing Baba” di India: 12 Tahun Tak Duduk, Tapi Bukan Berarti Tak Pernah Tidur

Madanika.id — Sebuah kisah tentang seorang pertapa di India kembali ramai dibicarakan di media sosial. Narasinya terdengar ekstrem: seorang pria disebut telah berdiri selama 12 tahun dan tidak pernah tidur karena menjalani ritual spiritual. Namun setelah ditelusuri, cerita ini perlu dibaca dengan lebih hati-hati.

Sosok yang banyak disebut dalam unggahan viral adalah Dulal Giri Ji Maharaj atau Daulat Giri Ji Maharaj, seorang pertapa Hindu yang dikaitkan dengan praktik Khadeshwari Tapasya atau Khareshwari, yaitu bentuk pertapaan ekstrem dengan nazar untuk tidak duduk dan tidak berbaring dalam jangka waktu panjang.

Dalam tradisi Hindu, praktik seperti ini dikenal sebagai bagian dari tapasya, yakni laku spiritual yang menekankan pengendalian diri, pengorbanan fisik, dan ketekunan batin. Para pelakunya sering disebut Standing Baba atau Khareshwari Baba.

Namun, klaim bahwa pertapa tersebut “tidak pernah tidur” selama 12 tahun tidak sepenuhnya tepat. Berdasarkan catatan British Museum, seorang khareshwari adalah pertapa yang bernazar untuk tidak duduk atau berbaring selama 12 tahun. Mereka tetap dapat beristirahat dengan bantuan alat penyangga seperti ayunan atau sling, bahkan sebagian tidur dalam posisi berdiri dengan tubuh ditopang.

Catatan tersebut juga menjelaskan bahwa laku seperti ini bukan sekadar simbolik, tetapi sangat menyakitkan secara fisik. Berdiri dalam waktu panjang dapat menyebabkan kaki bengkak, luka, hingga gangguan tubuh serius. Karena itu, praktik ini lebih tepat dipahami sebagai bentuk asketisme ekstrem, bukan sebagai kebiasaan biasa yang aman ditiru.

Fenomena serupa juga pernah diberitakan Hindustan Times dalam liputannya tentang para hatha yogi di India. Salah satu pertapa, Naga Swami Bhagirathi Giri, disebut pernah menjalani Khadeshwari Tapasya selama 12 tahun. Ia kemudian kembali menjalani praktik berdiri dengan satu kaki selama bertahun-tahun, sambil bersandar pada ayunan dan tidur di atas alat penyangga tersebut.

Dalam laporan lama Hindustan Times lainnya, seorang pertapa bernama Sanjay Bharti alias Khadeshwari Baba juga disebut menjalani laku berdiri selama bertahun-tahun di kawasan Kumbh Mela. Ia dikabarkan makan, tidur, bahkan menjalani aktivitas harian dalam posisi berdiri dengan bantuan ayunan yang dipasang di tempat pertapaannya.

Artinya, inti dari ritual ini bukan benar-benar “tidak tidur”, melainkan tidak duduk dan tidak berbaring. Tidur tetap dilakukan, tetapi dalam posisi berdiri atau menggantung pada alat penyangga.

Kisah Standing Baba menjadi menarik karena memperlihatkan betapa beragam dan ekstremnya bentuk ekspresi spiritual di India. Bagi sebagian orang, praktik ini dianggap sebagai jalan pengabdian, pengorbanan, dan disiplin batin. Tetapi bagi publik luas, fenomena tersebut juga memunculkan rasa heran, kagum, sekaligus pertanyaan tentang batas kemampuan tubuh manusia.

Di media sosial, kisah ini sering dipotong menjadi narasi pendek yang sensasional: “12 tahun berdiri dan tidak pernah tidur.” Padahal, jika ditelusuri dari sumber yang lebih kuat, narasi itu perlu dikoreksi. Yang lebih akurat adalah: sejumlah pertapa Hindu di India menjalani nazar tidak duduk dan tidak berbaring selama bertahun-tahun sebagai bagian dari Khadeshwari Tapasya, dengan tidur tetap dilakukan menggunakan alat penyangga.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya membaca informasi viral secara utuh. Cerita spiritual ekstrem memang dapat menarik perhatian, tetapi tetap perlu dibedakan antara fakta, klaim, dan narasi yang dilebihkan untuk kepentingan viralitas.

Asia Tak Lagi Datang sebagai Pelengkap di Piala Dunia 2026
Asia Tak Lagi Datang sebagai Pelengkap di Piala Dunia 2026
Survei: 66,4 Persen Publik Indonesia Tidak Yakin Pemerintah Iran Bunuh Warganya Sendiri
Survei: 66,4 Persen Publik Indonesia Tidak Yakin Pemerintah Iran Bunuh Warganya Sendiri