__temp__ __location__
Semakmur Banner
`
Bandara APT Pranoto Buka Enam Rute Penerbangan Perintis untuk Wilayah 3T Kaltim

Bandara APT Pranoto Buka Enam Rute Penerbangan Perintis untuk Wilayah 3T Kaltim

UPBU Bandara APT Pranoto Samarinda kembali membuka enam rute penerbangan perintis untuk meningkatkan konektivitas wilayah 3T di Kalimantan Timur.

MADANIKA.ID, Samarinda – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto kembali membuka enam rute penerbangan perintis guna meningkatkan konektivitas udara menuju wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Timur.

Penyediaan rute penerbangan perintis ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menjaga akses transportasi dasar bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur darat dan laut.

Kepala BLU UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menjelaskan bahwa penerbangan perintis merupakan program pemerintah yang secara khusus diperuntukkan bagi daerah 3T. Penetapan rute dilakukan berdasarkan usulan pemerintah daerah serta hasil verifikasi kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung di masing-masing wilayah.

Enam rute penerbangan perintis yang saat ini dioperasikan meliputi Samarinda–Datah Dawai, Samarinda–Muara Wahau, Samarinda–Maratua, Samarinda–Long Apung, serta dua rute penghubung, yakni Maratua–Berau dan Datah Dawai–Melak.

Frekuensi Disesuaikan Kebutuhan Wilayah

Frekuensi penerbangan pada masing-masing rute disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan jumlah penumpang. Untuk rute dengan permintaan tinggi seperti Samarinda–Long Apung dan Samarinda–Datah Dawai, penerbangan dilayani hingga empat kali dalam sepekan.

Sementara itu, rute dengan volume penumpang yang relatif terbatas, seperti Maratua–Berau, dijadwalkan satu kali dalam sepekan.

Gunakan Pesawat Grand Caravan

Seluruh layanan penerbangan perintis tersebut dilayani menggunakan pesawat jenis Grand Caravan C208B dengan kapasitas 12 penumpang. Setiap penumpang mendapatkan fasilitas bagasi tercatat gratis 10 kilogram serta bagasi kabin 5 kilogram.

Untuk pembelian tiket, UPBU APT Pranoto menerapkan mekanisme pembelian langsung melalui loket bandara atau pemesanan via sambungan telepon kepada petugas setempat. Skema ini diterapkan mengingat masih terbatasnya akses jaringan internet di sejumlah wilayah 3T di Kalimantan Timur.

Pembukaan kembali rute-rute perintis ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di daerah-daerah terpencil.

Proyek Teras Samarinda Tahap II Molor, Kontraktor Diberi Tambahan Waktu 50 Hari dengan Denda
Proyek Teras Samarinda Tahap II Molor, Kontraktor Diberi Tambahan Waktu 50 Hari dengan Denda
Pemprov Kaltim dan LPEI Perkuat Sinergi Dorong Ekspor Daerah Lewat Program CPNE dan Desa Devisa
Pemprov Kaltim dan LPEI Perkuat Sinergi Dorong Ekspor Daerah Lewat Program CPNE dan Desa Devisa