__temp__ __location__
`
Menkes Ungkap 10 Juta Anak Indonesia Berisiko Gangguan Kesehatan Mental

Menkes Ungkap 10 Juta Anak Indonesia Berisiko Gangguan Kesehatan Mental

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut 10 juta anak Indonesia berisiko mengalami gangguan kesehatan mental dan perlu penanganan serius sejak dini.

MADANIKA.ID Jakarta - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sekitar 10 juta anak di Indonesia berada dalam risiko mengalami gangguan kesehatan mental, sebuah angka yang dinilai sangat mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian serius lintas sektor. Pernyataan tersebut disampaikan Menkes menyusul berbagai kasus yang mencerminkan rapuhnya kondisi kesehatan mental anak, khususnya di usia sekolah dasar.

Menurut Menkes, masalah kesehatan mental pada anak tidak bisa lagi dipandang sebagai isu sampingan, karena berdampak langsung terhadap kualitas tumbuh kembang, prestasi belajar, hingga masa depan generasi muda. Tekanan sosial, lingkungan keluarga, perundungan, serta kurangnya literasi kesehatan mental disebut menjadi faktor yang saling berkaitan dalam memperburuk kondisi psikologis anak-anak di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa sistem kesehatan nasional selama ini masih terlalu berfokus pada penyakit fisik, sementara aspek kesehatan mental, terutama pada anak dan remaja, belum mendapatkan porsi penanganan yang memadai. Padahal, gangguan mental yang tidak terdeteksi sejak dini berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih serius di kemudian hari.

Pemerintah, kata Menkes, mendorong penguatan layanan kesehatan mental berbasis pencegahan, termasuk melalui peran sekolah, keluarga, dan fasilitas layanan kesehatan primer. Deteksi dini, edukasi kepada orang tua dan guru, serta penghapusan stigma terhadap masalah kesehatan mental menjadi langkah krusial untuk menekan risiko yang dihadapi jutaan anak tersebut.

Isu kesehatan mental anak kini dinilai sebagai tantangan nasional yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas. Tanpa intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan, risiko gangguan mental pada anak dikhawatirkan akan terus meningkat dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Survei: 66,4 Persen Publik Indonesia Tidak Yakin Pemerintah Iran Bunuh Warganya Sendiri
Survei: 66,4 Persen Publik Indonesia Tidak Yakin Pemerintah Iran Bunuh Warganya Sendiri
SMAN 10 Samarinda Masuk Program Garuda Transformasi, Akses Kuliah Luar Negeri Meningkat Tajam
SMAN 10 Samarinda Masuk Program Garuda Transformasi, Akses Kuliah Luar Negeri Meningkat Tajam