Admin Madanika
Madanika tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berintelektual.
Ilustrasi sistem pertahanan udara dan peluncuran rudal dalam konflik Iran–Israel yang menyoroti mahalnya biaya perang modern.
Konflik Iran–Israel mengungkap mahalnya perang modern. Biaya rudal dan sistem pertahanan mencapai miliaran dolar dan menjadi pertarungan ekonomi global.
MADANIKA.ID Jakarta — Konflik antara Iran dan Israel tidak hanya memanaskan geopolitik Timur Tengah, tetapi juga membuka fakta besar tentang mahalnya perang modern. Di balik serangan rudal dan sistem pertahanan canggih, terdapat beban biaya miliaran dolar yang terus meningkat setiap kali sistem persenjataan diaktifkan.
Sejumlah media internasional menyoroti bahwa konflik ini bukan sekadar adu kekuatan militer, melainkan pertarungan daya tahan ekonomi antarnegara. Pertanyaan utamanya bukan lagi siapa paling kuat secara militer, tetapi siapa yang mampu membiayai perang lebih lama.
Iran diketahui memiliki berbagai jenis rudal balistik dengan jangkauan berbeda, mulai dari jarak pendek hingga jarak jauh. Biaya produksi setiap rudal bervariasi tergantung teknologi navigasi, sistem pemandu, dan bahan bakar yang digunakan.
Dikutip dari Reuters, analis pertahanan memperkirakan biaya rudal balistik Iran berkisar antara US$100.000 hingga lebih dari US$1 juta per unit.
Laporan Al Jazeera menyebut Iran mengembangkan strategi “cost-effective warfare”, yakni menciptakan sistem serangan dengan biaya lebih rendah dibandingkan sistem pertahanan negara-negara Barat.
Strategi ini memungkinkan Iran meluncurkan serangan dalam jumlah besar dengan biaya yang relatif lebih efisien secara ekonomi.
Dalam satu gelombang serangan yang melibatkan puluhan hingga ratusan rudal, total biaya operasional dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta dolar, belum termasuk biaya logistik dan kesiapan militer.
Di sisi lain, Israel mengoperasikan sistem pertahanan udara berlapis yang dikenal sebagai salah satu paling canggih di dunia, meliputi:
Iron Dome untuk roket jarak pendek
David’s Sling untuk ancaman jarak menengah
Arrow System untuk rudal balistik jarak jauh
Menurut laporan The Wall Street Journal, satu rudal pencegat Iron Dome diperkirakan menelan biaya sekitar US$40.000–US$50.000 per unit.
Biaya meningkat drastis untuk sistem pertahanan tingkat lebih tinggi. Interceptor David’s Sling diperkirakan mencapai sekitar US$1 juta, sementara sistem Arrow dapat menelan biaya US$2 juta hingga US$3 juta untuk satu peluncuran.
Dikutip dari The Times of Israel, dalam satu malam serangan besar, Israel dapat menghabiskan ratusan juta dolar hanya untuk mencegat rudal yang masuk.
Para analis menyebut fenomena ini sebagai cost-exchange ratio, yaitu perbandingan biaya antara serangan dan pertahanan.
BBC News menjelaskan bahwa dalam perang modern, pihak penyerang kerap mencoba memaksa lawan mengeluarkan biaya pertahanan jauh lebih mahal dibandingkan nilai senjata yang digunakan untuk menyerang.
Strategi ini dikenal sebagai “war of attrition by cost”, yakni perang yang bertujuan menguras anggaran lawan secara perlahan.
Jika satu rudal bernilai ratusan ribu dolar memaksa lawan mengeluarkan jutaan dolar untuk pencegatan, maka tekanan ekonomi menjadi bagian dari strategi militer itu sendiri.
Konflik berkepanjangan tidak hanya berdampak pada sektor pertahanan. Lonjakan pengeluaran militer berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi domestik, antara lain:
Mengurangi anggaran sosial dan pembangunan
Meningkatkan defisit fiskal
Menekan nilai mata uang
Mengganggu iklim investasi
Ketegangan di Timur Tengah juga berpotensi memengaruhi pasar energi global, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak dunia.
Dalam era teknologi militer modern, kemenangan tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan senjata. Faktor ekonomi menjadi variabel utama.
Iran dinilai mengandalkan rudal berbiaya relatif rendah untuk menciptakan tekanan finansial terhadap lawan. Sebaliknya, Israel mengandalkan sistem pertahanan mahal guna meminimalkan kerusakan dan korban jiwa.
Situasi ini menunjukkan bahwa setiap rudal yang diluncurkan bukan hanya membawa ancaman militer, tetapi juga konsekuensi ekonomi yang besar.
Perang modern pada akhirnya bukan sekadar adu teknologi atau strategi tempur, melainkan pertarungan ketahanan ekonomi jangka panjang antarnegara.
Ikuti Kami