Dwi Miftahul Janah, S.Pd, Ketua BKK SMKN 18 Samarinda
Layanan Home Visit: Cahaya Baru Bagi Siswa untuk Tingkatkan Motivasi dan Pemahaman Sekolah
Layanan Home Visit SMKN 18 Samarinda yang dipimpin oleh Dwi Miftahul Janah, S.Pd menjadi upaya strategis Bimbingan dan Konseling dalam memahami kondisi siswa secara menyeluruh melalui kunjungan rumah. Program home visit membantu guru BK dan wali kelas mengidentifikasi masalah, memperkuat motivasi belajar, menjembatani komunikasi sekolah dan keluarga, serta menghadirkan pendampingan pendidikan
MADANIKA.ID Samarinda - Layanan home visit kembali menjadi sorotan sebagai salah satu upaya efektif dalam memperkuat bimbingan peserta didik. Hal ini disampaikan oleh Dwi Miftahul Janah, S.Pd, Ketua BKK SMKN 18 Samarinda, yang menegaskan bahwa layanan home visit memiliki peran besar dalam memahami kondisi siswa secara menyeluruh.
Menurutnya, home visit bukan sekadar kunjungan rutin, tetapi langkah strategis untuk melihat langsung realitas kehidupan peserta didik, mulai dari lingkungan keluarga, kondisi sosial, hingga situasi belajar di rumah.
Membaca Situasi Nyata Siswa Lewat Pendekatan Personal
Dwi Miftahul Janah menjelaskan bahwa banyak siswa datang ke sekolah dengan membawa beban permasalahan dari rumah. Kondisi tersebut kerap membuat mereka kurang fokus belajar, sulit berinteraksi, bahkan mengalami penurunan kehadiran.
“Setiap guru perlu mengenal siswa secara mendalam, karena setiap anak memiliki latar belakang, karakter, dan kebutuhan yang berbeda. Home visit membantu kami memahami perkembangan mereka secara lebih optimal,” ujarnya.
Layanan home visit menjadi kesempatan bagi guru BK dan wali kelas untuk melihat persoalan dari sumbernya, sehingga langkah pendampingan dapat dilakukan secara tepat dan manusiawi.
Sering Dianggap Sekadar Formalitas, Padahal Dampaknya Besar
Dwi menyoroti bahwa sebagian orang masih memandang home visit sebagai kegiatan yang tidak terlalu penting atau hanya dilakukan saat siswa bermasalah. Padahal, menurutnya, home visit justru menjadi bentuk perhatian tulus yang dapat membawa perubahan nyata.
“Kadang perhatian kecil justru berarti besar bagi siswa. Saat kami hadir di rumah mereka, itu memberikan rasa dihargai, didukung, dan dipahami. Bagi mereka, itu bisa menjadi harapan baru,” ungkapnya.
Jembatan Antara Harapan Sekolah dan Realitas di Rumah
Home visit berperan sebagai penghubung antara sekolah dan keluarga, menyatukan harapan dengan kondisi nyata yang dihadapi siswa setiap hari. Dengan mengetahui situasi sesungguhnya, guru dapat memberikan solusi lebih tepat, sementara siswa merasa aman untuk terbuka dan menerima bimbingan.
Dwi Miftahul Janah menegaskan bahwa layanan ini telah membantu meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa secara signifikan.
“Ketika siswa merasa diperhatikan, kepercayaan diri mereka tumbuh. Itu berdampak langsung pada motivasi dan kedisiplinan mereka di sekolah,” tambahnya.
Komitmen SMKN 18 Samarinda: Pendidikan yang Menyentuh Hingga ke Rumah
Sebagai Ketua BKK, Dwi Miftahul Janah menegaskan bahwa SMKN 18 Samarinda berkomitmen menjadikan layanan home visit sebagai bagian penting dari pendampingan pendidikan.
“Home visit bukan hanya kunjungan biasa. Ini adalah wujud nyata komitmen sekolah dalam membangun masa depan siswa secara menyeluruh,” tegasnya.
Melalui layanan ini, sekolah menghadirkan kepedulian yang hangat, memperkuat kerja sama dengan keluarga, sekaligus memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang secara optimal.
Ikuti Kami